Ketika Indonesia sudah memiliki tentara nasional, saat agresi pertama
1947, Belanda memaksa Indonesia menyerah tanpa syarat. Tetapi
Proklamator kita tidak mau begitu saja. Ia pindahkan Ibukota ke
Jogyakarta. Kemudian ia dipaksa kembali untuk menyerah. Tetapi tidak
semudah menundukkan tokoh yang siap mati demi Indonesia itu. Meski
Belanda menguasai Jogyakarta, tentara nasional dibawah Soedirman siap
mengepung Jogyakarta dari segala penjuru dan dikuasai selama 6 jam.
Dunia tersentak , kita punya tentara yang betul-betul ada dan ditakuti.
Meski akhirnya Soekarno Hatta dibuang di Ende Nusa Tenggara dan Bung
Hatta dibuang di Digul Irian Barat. (rg bagus warsono)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar