Ketika Indonesia sudah memiliki tentara nasional, saat agresi pertama
1947, Belanda memaksa Indonesia menyerah tanpa syarat. Tetapi
Proklamator kita tidak mau begitu saja. Ia pindahkan Ibukota ke
Jogyakarta. Kemudian ia dipaksa kembali untuk menyerah. Tetapi tidak
semudah menundukkan tokoh yang siap mati demi Indonesia itu. Meski
Belanda menguasai Jogyakarta, tentara nasional dibawah Soedirman siap
mengepung Jogyakarta dari segala penjuru dan dikuasai selama 6 jam.
Dunia tersentak , kita punya tentara yang betul-betul ada dan ditakuti.
Meski akhirnya Soekarno Hatta dibuang di Ende Nusa Tenggara dan Bung
Hatta dibuang di Digul Irian Barat. (rg bagus warsono)
Rabu, 17 Agustus 2016
Disinilah keunggulan politik Bung Karno yang mampu menembus masa ke depan sebelum merdeka 17 Agustus 1945
Sadar bahwa kemerdekaan itu tak hanya kemampuan politik tetapi juga
membutuhkan kekuatan militer yang kuat. Karena itu Bung Karno menyetujui
membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya dalam sambutan Bung Karno
ketika Jepang menjanjikan kemerdekaan Indonesia di depan Dewan Rakyat,
sehingga terbentuklah PETA. Mula banyak tokoh pergerakan tidak setuju
tetapi kemudian semua mengakui keunggulan Bung Karno. Bagaimana
membentuk tentara senjata dan pelatihan pun tidak punya. Dari PETA
inilah kemudian kita punya prajurit yang tidak hanya mendapat pelatihan
militer tetapi juga memiliki senjata dari rampasan Jepang. Disinilah
keunggulan politik Bung Karno yang mampu menembus masa ke depan sebelum
merdeka 17 Agustus 1945 (rg bagus warsono)
Langganan:
Postingan (Atom)